Pengurusan Emosi Trader FOREX.


Pernah Dengar "Pengurusan Emosi" ? atau mungkin anda baru saja mendengar sekarang ?
Diluar dari analisa teknikal, analisa fundamental, risk management sebenarnya masih ada lagi yaitu "Emosi". Trader semestinya tahu bagaimana menempatkan emosinya ketika trading, kerana bila emosi sampai melibatkan waktu trading maka......... (anda boleh mengetahui sendiri).
Kemungkinan besar emosi akan sukar dikendalikan ketika anda mengalami kerugian(loss). sebab emosi yang tidak stabil itulah yang mula timbul perasaan tak sabar, merasa kalah dan merasa hebat membaca pergerakan market. Lalu apa yang akan terjadi ketika itu ? .......... (anda boleh mengetahui sendiri).
Bila dalam keadaan loss, kebanyakan trader baru atau bahkan trader yang sudah lama pun cenderung lupa akan strategi yang harus mereka gunakan. Kerana emosi itulah trader yang mula melakukan "Eksperimen sendiri". Akibatnya, kebanyakan trader malah loss lagi dan lagi (cer sebut Lagi laju-laju). grin emoticon Niatnya confirm tutup kerugian(loss) dengan cara open trade/open posisi lagi, tapi semakin tambah rugi(loss) adess!!! merungut lagi hahaha..
Kemudian caranya bagaimana ? "Jangan hilangkan emosi tapi cuba kita kawal emosi tersebut" (kalau emosi takde langsung parah dah tu hahahaha).
Ketika mula merasa emosi sudah yang mula merasuk pikiran anda, matikan monitor/android/iphone/tab/ipad dan berjalan keluar rumah/apartemen/kondo/dimana saja sambil menarik nafas panjang, jalan-jalan kecil atau lakukan apapun yang sekiranya membuatkan anda lebih tenang lagi.(tips saya: ambil air sembahyang, perbanyakkan zikirullah tenang dalam maka tenang keseluruhannya) mudah bukan?? nampak je mudah wink emoticon
Jika anda merasa susah untuk menepis emosi, karakter anda lah yang harus dikembangkan. Karena sejatinya emosi tetap menjadi bagian dari diri kita, dan itulah menariknya di trading. Kenapa jadi menarik ? kerana trading itu sendiri memiliki nyawa (emosi) juga.
Penutupan dengan quotes ahahaha
"Ketika trading, ambilah keputusan yang berlandaskan logika dan bukan emosi sesaat."
Inbox saya untuk selanjutnya.

0 comments :

Post a Comment